Senin, 15 April 2013

Sekilas Tips Merakit Amplifier

Rangkaian power amplilfier rakitan ( kit power amplifier ) dari dulu sampai sekarang tidak banyak mengalami perubahan. Ada yang bilang rangkaian ini bagus, rangkaian itu bagus, diganti komponen ini-itu bagus tapi pas dirakit dan dites ternyata hasilnya tidak seperti yang kita harapkan.
Masalah yang ada biasanya treble kurang halus, suara kurang kenceng, suara pecah, dengung,
suara bass hilang. jadi anda tidak harus percaya omongan orang 100%. Kualitas amplifier built-up pasti berbeda jauh dengan amplifier rakitan, rangkaian boleh sama  tapi kualitas akan tergantung pada siapa yang merakitnya. Untuk sebuah power amplifier rakitan, bagus tidaknya bukan tergantung pada transistor atau pada Icnya atau komponen yang mahal / murah, tetapi tergantung kebutuhan. 

Menurut saya power yang bagus adalah power yang sederhana, murah, mudah dirakit dan rasional. Kita tidak perlu menggunakan komponen dengan harga mahal seperti kapasitor tantalum, power mosfet dan yang mahal lainnya. ini tidaklah menentukan sekali kualitas dari power amplifier yang kita rakit. Dan pada umunnya power kit amplifier sederhana yang banyak beredar di pasarandan yang sering digunakan pada umunya; seperti OCL(output capasitor less ) 150 /300 w, penguat akhir transistor MJ 2955 Dan 2N 3055 dengan penguat diferensial seri A564 dan penguat driver dengan menggunakan transistor D438, rangkaian ini sangat sederhana dan tidak memakan biaya yang banyak, dan lagi-pun power OCL ini tidak perlu/harus dirubah, hanya dengan menggunakan kit aslinya pun sudah berformat baik, tinggal tergantung kebutuhan si perakitnya. 

Dan yang mesti banyak perhatian dalam merakit amplifier hanya masalah clasic yang kadang tidak selalu kita perhatikan; kebutuhan- pengkabelan+grounding-tune control.
Kebanyakan kita pada saat merakit sebuah amplifier sederhana, dibenak kita hanya terfokus pada power amplifier kitnya saja, dirubah ini-itu ganti ic ganti transistornya dll, nyatanya tidak terlalu banyak perubahannya.  Hal yang mesti kita pikirkan pertama ialah kebutuhan; yah, intinya amplifier ini kita buat se-format yang kita butuhkan ( sesuai selera/keinginan ) bentuk fisik – kegunaannya.
Juga masalah tata letak pengkabelan + grounding, sebaiknya menggunakan grounding satu rasi- Star ground ( Star ground bisa anda search digoogle untuk lebih jelasnya), ground yang baik akan menghasilkan kualitas suara yang baik; jauh dari gangguan clasic, desis, hum suara kasar…..etc. masalah pengkabelan juga penting menentukan kualitas amplifier, usahakan pengkabelan ( tata letak kit ) seminimalis mungkin, ini akan menjauhkan dari induksi.
Dan inilah yang menjadi hal utama untuk kualitas suara amplifier yang kita rakit; yaitu Tone control, dalam pembuatan power amplifier peran tone control sangat berpengaruh terhadap kualitas bunyi power tersebut, saya rasa percuma sajalah apabila kita mempunyai power amplifier yang bagus dan pada tone control nya jelek maka bunyi yang di hasilkan juga kurang memuaskan,dan untuk memperoleh sebuah tone control yang cukup bagus anda dapat merubah sebuah tone control yang anda miliki dengan cara merubah rangkaian dasar nya saja. capasitor dari rangkaian dasar sebuah tone control dapat di ubah-ubah sesuai keinginan sendiri atau dapat anda cari-cari pada toko-toko elektronik penjual kit rakitan. Yah intinya sih ; usahakan tone control ini mempunyai output seimbang dengan power amplifier ( istilahnya ngangkat dengan power ) dan mempunyai pengaturan control nada dan trebel yang harmonis.

Dan mungkin masalah selanjutnya adalah speaker, speaker bagus-jelek murah-mahalpun tidak menjamin kualitas suara yang di hasilkan bagus ( bass yang nendang ) suara yang selaras. Kebanyakan dari kita beranggapan mesti punya speaker yang mahal + bagus untuk menghasilkan suara yang Wahh gitu, yah kalau bajet memadai si boleh-boleh saja sesekali kita merasakan kualitas speaker mahal, tetapi kenapa tidak  kita memanfaatkan speaker yang ada +  power amplifier yang ada ? bukan?. Toh dengan yang adapun kita dapat memaksimalkannya, sepengalaman saya si saya tidak berpatokan dengan speaker yang mahal/bagus, saya hanya menyelaraskan box speakernya saja;  intinya sih dengan mempertimbangkan karakteristik speaker dan amplifier dengan membuat ukuran box yang pas untuk speaker tersebut( box sesuai kebutuhan ). Kasarnya sih gini kita punya speaker yang mahal kualitas primalah kita tempatkan di box speaker yang ASD ( asal jadi ) Kotak, alhasil suara tidak sesuai yang kita harapkan, atau kita punya sebuah amplifier kita tau amplifier ini suara karakter bassnya bagus nendanglah; kita tempatkan ke speaker yang mahal kualitas prima dengan box asd tadi alhasil suara bassnya mendem malah bisa dikatakan bassnya ngk kluar sama sekali …. ( Ini pengalaman saya dulu).

Jadi pada dasarnya : merakit amplifier tidaklah mesti dengan kualitas komponen yang mahal dan speaker yang mahal, kita hanya memanfaatkan/menyesuaikan dengan dana yang ada, atau komponen yang sudah ada.

salam
CSM